HACCP Certification
Sistem manajemen keamanan pangan preventif untuk mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya.
About HACCP
HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) adalah sistem manajemen keamanan pangan yang bersifat preventif dan diakui secara internasional. HACCP dirancang untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya keamanan pangan yang signifikan selama proses produksi makanan. Berbeda dengan pendekatan tradisional yang mengandalkan inspeksi produk akhir, HACCP berfokus pada pencegahan bahaya sejak awal proses produksi, menjadikannya pendekatan yang lebih efektif dan efisien dalam menjamin keamanan pangan.
Sistem HACCP didasarkan pada tujuh prinsip utama yang menjadi fondasi keamanan pangan global: analisis bahaya, penentuan Titik Kendali Kritis (Critical Control Points/CCP), penetapan batas kritis, pemantauan CCP, penentuan tindakan korektif, prosedur verifikasi, serta dokumentasi dan pencatatan. Prinsip-prinsip ini dikembangkan bekerja sama antara Pillsbury Company, NASA, dan US Army Laboratories pada tahun 1960-an untuk memastikan keamanan pangan astronot dalam misi luar angkasa. Sejak saat itu, HACCP telah menjadi standar emas dalam keamanan pangan global.
Implementasi HACCP memberikan manfaat besar bagi organisasi pangan, termasuk pengurangan risiko kontaminasi pangan secara signifikan, pemenuhan terhadap regulasi keamanan pangan BPOM dan standar internasional, peningkatan kepercayaan konsumen, serta pembukaan akses ke pasar ekspor yang mensyaratkan sistem keamanan pangan yang terstandar. HACCP juga dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen mutu lainnya seperti ISO 22000 untuk menciptakan sistem keamanan pangan yang lebih komprehensif. Sertifikasi HACCP berlaku selama 3 tahun dengan surveillance audit berkala.
Benefits of HACCP
The value you gain by being certified with HACCP through NSM.
HACCP Requirements
Things you need to prepare before starting the certification process.
Certification Process
A simple flow from consultation to certificate issuance.
HACCP FAQ
The most frequently asked questions about this certification.
Di Indonesia, BPOM merekomendasikan penerapan HACCP bagi industri pangan, terutama untuk produk yang diekspor. Beberapa negara tujuan ekspor menjadikan HACCP sebagai prasyarat wajib. Selain itu, banyak retailer dan hotel besar mensyertakan HACCP sebagai prasyarat bagi supplier mereka. Meskipun tidak selalu wajib secara hukum, HACCP sangat direkomendasikan untuk semua pelaku industri pangan.
HACCP adalah pendekatan teknis untuk menganalisis dan mengendalikan bahaya pangan, sedangkan ISO 22000 adalah sistem manajemen keamanan pangan menyeluruh yang mencakup HACCP sebagai komponen intinya. ISO 22000 menambahkan elemen manajemen mutu, komunikasi, dan peningkatan berkelanjutan. Banyak organisasi memulai dengan HACCP lalu mengembangkan ke ISO 22000 untuk cakupan yang lebih komprehensif.
Proses sertifikasi HACCP umumnya memakan waktu 2 hingga 4 bulan tergantung kompleksitas operasional. NSM membantu mempercepat proses ini dengan pendampingan langsung oleh konsultan keamanan pangan berpengalaman yang memahami seluk-beluk industri pangan di Indonesia.
Need HACCP Certification?
Contact us now for a free consultation. The NSM expert team is ready to support your certification process.
Consult about HACCP